HANTU JADI ARTIS
Dengan diiringi suara-suara seram
Sundi : “ Aduh, berisik banget, sih ? Siapa sih yang mengganggu ketenangan disini. “
Puci : “ Iya nih. Aku jadi gak tenang. Ada apa sih ? “
( Akhirnya kedua hantu penghuni makam kramat itu memutuskan untuk keluar dari tempat peristirahatannya ).
Dengan diiringi suara-suara seram
Puci : “ Sun, mereka siapa sih ? ko bawa kamera segala ? “
Sundi : “ mau syuting film kali . “
Puci : “ Syuting film kok disini. Emangnya gak ada tempat yang lebih bagus dari pada rumah kita. “
Sundi : “ Iya. manusia ini memang aneh, bukannya cari tempat yang bagus buat syuting film eh malah mengganggu kita yang sudah tenang disini. “
( Tiba – tiba dari arah belakang muncul seorang hantu cantik yang mengejutkan mereka berdua )
Kunti : “ Hayooo……. kalian lagi ngapain ?”
Sundi & Puci : “ Hantuuu………..( terkejut).
Kunti : “ Hey slow man !!!………Emangnya kalian berdua bukan hantu apa.”
Puci : “ Oh iya ya. Aku kok baru sadar kalau kita ini hantu.”
Sundi : ( Dengan nada marah ) Husss ngaco kamu. ( melihat kepada Kunti dengan rasa jengkel ) Hey..! kamu penghuni baru disini ya ?”
Kunti : “ aku datang dari rumah angker komplek pojok . aku Cuma pengen liat2 tempat aja kok . ternyata , bukan Cuma tempatnya yang jelek , penghuninya juga , kikikikik .. eh , udah mau mulai tuh syutingnya . siapa tau mereka liat aku , trus aku dijadiin aktrisnya . hahaha .
Sundi : “ sok cantik loe ! cantikan aku ! “ ( sambil bernada kemayu )
Kunti : “ Eh .. eh .. eh .. cantikan gue !!! liat ni , gue seksi , bahenol , elu ??? udah keriput , kempot . ihhh …”
Puci : wes tho , wes ! tukaran ae . pada sok2an cantik semua . memang kalian tau gak , mereka tuh mau ngapain ? “
Kunti dan sundi : emangnya apa ?
Puci : mereka itu lagi mau syuting film yang menceritakan tentang bagaimana kehidupan kita . eh , maksudku kematian kita !
Kunti : “ Iya , benar. Mereka tuh sok tau ! ganggu kehidupan kita aja . kita yang jadi hantu aja pengen jadi manusia , mereka yang enak enak jadi manusia malah pengen ganggu kita . “
( Tepat jam 11.00 malam acara menelusuri alam ghaib dimulai )
Heni Panci : “ Selamat malam, pemirsa. Kita bertemu lagi dalam acara “ Menelusuri Alam Ghaib “ bersama saya Heri Panci Gosong. Pemirsa pada episode kali ini kami telah mendapatkan tempat yang dianggap paling kramat ditempat ini yaitu kompleks kuburan kramat Ki kolor ijuk. Baiklah pemirsa sebelum acara uji nyali kita mulai, kami terlebih dahulu akan mencari peserta uji nyali yang berani kita tinggal sendirian ditempat ini selama 2 jam.”
( Heri Panci mulai mencari peserta uji nyali diantara kerumunan penonton, kemudian dia menunjuk seorang pemuda yang mengangkat tangannya ).
Heni panci : “ Ya, mas, yang pake baju ijo ! . Silahkan.”( Peserta tadi naik ke panggung ). Selamat malam, mas.”
Tarmo : “ Selamat malam, mas.”
Heni panci : “ Siapa nama anda ?”
Tarmo : “ Namanya saya Tarmo beres slamet. Tapi biasanya saya dipanggil Tarmo saja, mas.”
Heni panci : “ Apa alasan anda mengikuti acara ini ?”
Tarmo : “ Saya ingin mencari pacar dari alam ghaib, Mas. Siapa tau saya bisa kawin. Nanti Mas – mas ini saya undang.”
Heni panci : “ Baik Mas Tarmo, sebelum acara uji nyali kita mulai, mari kita tanyakan terlebih dahulu keadaan disini kepada ahlinya. Selamat malam pak Kyai !”
Nyai : “ Selamat malam, Mas.”
Heni panci : “ Menurut Kyai, bagaimana keadaan disekitar makam kramat ini ?”
Nyai : “ Kalau dilihat dan diperhatikan sepertinya tempat ini bersih, terawat, dan katanya sih pengunjungnya banyak. Tetapi, sayang Mas tempatnya jauh dan sulit dijangkau. Kaki saya sampai lecet nih, sedikit.”
Heni panci : “ Maaf, Kyai. Maksud saya bukan itu Kyai. Maksud saya bagaimana keadaan disini bila dilihat dari mata batin Kyai.”
Nyai : “ Oh itu, ngomong dong dari tadi.grogi saya ! Jadi saya gak usah banyak ngomong. Baiklah, kalau dilihat dan dirasakan dari mata batin saya sepertinya tempat ini banyak sekali hantunya. Sepertinya hantunya menyebar dimana – mana, berbagai macam pula bentuknya , . tetapi Mas, pusat kekuatan mistis terbesar terdapat dikuburan ini. Tempat ini juga merupakan tempat yang strategis untuk para hantu nongkrong bersama.”
Tarmo : “ Lho Kyai, hantu bisa nongkrong juga tho ? kayak preman aja .”
Nyai : “ Oh jangan salah Mas. Sebenarnya paling suka nongkrong itu adalah hantu karena mereka tidak punya kerjaan lain selain nongkrong. Bisa mirip tante – tante genit gitu lho.”
Heni panci : “ Ah Kyai bisa aja. Baik Mas Tarmo, bagaimana apakah anda sudah siap ?”
Tarmo : “ Saya sudah siap dari tadi Mas.”
Heni panci : “ Baik Mas Tarmo. Kami akan meninggalkan anda disini selama 2 jam, jika anda berhasil anda akan mendapatkan hadiah dari kami. Tetapi jika anda menyerah, dipojok sana ada kamera . disini juga kmera . maka anda cukup bisa melambaikan tangan kepada kami, maka kru kami akan segera membantu anda. Tetapi, jika anda menyerah maka anda tidak akan mendapatkan hadiah.”
( Kemudian Pak Kyai dan Heri panci meninggalkan Tarmo di kompleks kuburan kramat itu sendirian, namun dari semak-semak tempat persembunyian ketiga hantu mulai berbincang-bincang lagi ).
( Hantu cantik ini kemudian mendekati Tarmo dan mengejutkannya ).
Kunti : “ Mas……. mas cakep.”
Tarmo : ( menoleh dan terkejut ) “ Ya ampun, cantik sekali ! Siapa namanya kamu ?”
Kunti : ( terseipu malu ) “ Nama saya Kunti Mas. Kalau Mas namanya siapa ?”
Tarmo : “ Nama saya Tarmo beres slamet. Tapi, biasanya saya dipanggil Tarmo saja.”
Kunti : “ Nama Mas bagus deh, sebagus orangnya.”
Tarmo : “ Nama kamu juga cantik sama seperti orangnya.”
( Kedua makhluk yang berbeda alam tersebut langsung akrab dan langsung asyik berbincang-bincang. Namun, tiba-tiba terdengar suara tawa yang mengerikan yang dinarengi dengan kumpulan asap yang mengepul yang berasal dari kuburan kramat Ki kolor ijuk ).
Diiringi suara-suara seram
Ki kolor ijuk : “ Ha…ha…ha….ha…. Hey, kalian !! ngapain disini ? mojok lagi ! eh kunti , kamu mau bikin saya cemburu ya ? “
Kunti : ( terkejut ) “ A…a….aku Cuma………..”
Ki kolor ijuk : “ Dasar perempuan gatel, ayo ikut.” ( menarik tangan Kunti )
Tarmo : “ E…e…e Sembarangan sampeyan. Ini pacar saya jangan dibawa sembarangan dong.”
Ki kolor ijuk : “ Bocah semprul !. Dia ini istriku yang ke-16 mana mungkin dia bisa jadi pacarmu. Ayo ikut aku pulang , kunti !” ( menarik tangan Kunti).
Tarmo : “ E…e…e…. jangan sembarangan dong, Mas. Tanya dulu sama dia, dia pilih saya atau kamu.”
Ki kolor ijuk : “ Dia istriku jelas pilih aku. Ayo Kunti !” (menarik Kunti).
Kunti : “ Aku gak mau, aku mau ikut Mas Tarmo.” ( Berlari kearah belakang Tarmo )
Ki kolor ijuk : “ Kunti, kamu ngelawan aku ?”
Kunti : “ Aku gak akan berani ngelawan kamu, mas . habisnya , kamu jadi suami kok gak kayak suami . kalau aku gak nurut aku kamu pukul, dan kau selalu memperlakukanku seolah-olah aku ini budakmu. Kau tidak pernah mencintaiku. Aku ingin mencari bangsa manusia yang dapat mengerti apa itu arti cinta.”
Ki kolor ijuk : “ Hantu edan kamu Kunti ! Baiklah aku tidak akan tinggal diam akan kubunuh manusia ini.” ( Bersiap menyerang Tarmo).
Kunti : “ Eh tunggu dulu ! sebelum bertarung kasih hormat dulu dong.”
( Pertarungan sengit antara Tarmo dan Ki kolor ijuk pun dimulai. Pertarungan tersebut sangatlah seru dan terbagi dalam 2 babak pertarungan. Namun sayang ternyata Tarmo kalah dalam pertarungan itu ).
Tarmo : ( terjatuh menahan sakit ) “ Ah…….agh…….agh.”
Kunti : ( Berteriak ) “ Mas Tarmooooo……”
Ki kolor ijuk : “ Baiklah. Aku tidak akan membunuhmu, tetapi jangan pernah datang kesini lagi. Ayo Kunti !” ( Menarik tangan Kunti dengan paksa )
Kunti : ( sambil menangis ) “ Mas Tarmo tolong mas………mas………”
Tarmo : ( Dengan suara lemah ) “ Kunti…………Kunti…..”
( Ki kolor ijuk dan Kunti pergi meninggalkan tempat itu dan kembali kealamnya ).
Tarmo : ( sambil melambaikan tangannya ) “ Tolong……..tolong……..tolong……”
Heni panci : “ Lho ada apa, Mas ?”
Nyai : “ Sepertinya anak muda ini terkena pukulan dari makhluk ghaib penghuni makam kramat disini.”
Heni panci : “ Apa bisa disembuhkan Kyai ?”
Nyai : “ Insya Allah “
( Kemudian Kyai tersebut menyalurkan tenaga dalamnya untuk menyembuhkan Tarmo)
Tarmo : “ Sakalangkong banyak, Kyai.”
Nyai : “ Ya, sama – sama.”
Heni panci : “ Baiklah, Mas Tarmo. Bisakah anda menceritakan pengalaman anda kepada pemirsa ?”
Tarmo : ( Panik dan buru – buru pergi ) “ Saya kapok mas ikut acara ini. Saya mau pulang saja.”
Heni panci : “ Lho Mas……..lho mas, tunggu Mas ! Maaf pemirsa rupanya peserta kita kali ini mengalami shock berat, sehingga tidak bisa menceritakan pengalamannya. Baiklah pemirsa cukup sampai disini acara kita hari ini, bila ada kritik atau saran dapat anda kirimkan melalui surat ke alamat dibawah ini ( Poster alamat dibawa oleh Puci dan Sundi ). Baik pemirsa sampai disini acara kita dan sampai ketemu di episode berikutnya dalam acara “ Menelusuri Alam Ghaib “ bersama saya Heri panci gosong. Sampai jumpa pemirsa. Terima kasih Kyai.”
Nyai : “ Oh, iya.”
( Tiba – tiba mereka telah dikelilingi oleh hantu – hantu penghuni makam kramat )
Heni panci & Nyai : ( sambil berlari ) “ HANTUUUUUUUUUUUUU “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar